Metropolitan

Anaknya Dituding Merundung Teman Sepermainan Hingga Meninggal, Ini Reaksi Suparno

Suparno, orangtua I mengaku tertekan atas tuduhan yang diarahkan kepada anaknya. Anaknya dituding membully Fatir Ahmad dalam bentuk ditendang dan dipukul. Terlebih kisah yang dialami Fatir Ahmad itu mendapat sorotan dan viral di media sosial.

Ditemui di kediamannya, di Jalan Hankam RT 4/RW5, Keluarahan Jatimelati, Kecamatan Pondokmelati, Kota Bekasi, Suparno mengaku kaget atas tuduhan yang diunggah di media sosial oleh Sri Ani Lestari, ibunda Fatir Ahmad. Awalnya Suparno yang bekerja sebagai kuli bangunan itu tak memiliki smartphone. Istrinya pun tak mengerti menggunakan media sosial.

Tuduhan yang dilontarkan Sri Ani Lestari membuat orangtua I tersiksa. Terlebih, I tidak tahu sama sekali dengan kejadian ini. "Anak saya enggak tahu sama sekali, namanya anak anak, kasian dia enggak tahu apa apa tapi di luar sana lagi ramai dituduh, enggaktega saya melihatnya," ucapnya.

Suparno pasrah menerima keadaan jika nantinya masalah ini harus menempuh jalur hukum, dia sudah siap menerima dengan segala konsekuensinya. "Pasrah aja serahin sama Allah, kita cuma orang kecil enggak tahu apa apa, Allah maha tahu mana yang benar mana yang salah," jelas dia. Suparno juga tidak mengerti mengapa Sri Ani Lestari mengunggah kejadian yang menimpa anaknya di media sosial.

Bahkan, Suparno tidak tahu ada perkelahian yang terjadi antara anaknya dan Fatir Ahmad. "Saya enggak tahu, yang tahu orangtuanya (korban), saya enggak pernah lihat sendiri," katanya. Orangtua I atau pembully Fatir Ahmad tidak terima ketika dimintai pertanggungjawaban oleh Sri Ani Lestari (38).

Sri Ani Lestari langsung menelepon orangtua I ketika anaknya mengaku dipukul di rahang oleh temannya itu. Fatir Ahmad mengaku dipukul oleh I ketika dirawat di rumah sakit. "Ketika anak saya menceritakan di rumah sakit bahwa telah dipukul rahangnya oleh inisial I itu, saya langsung telepon orangtua I itu," ujar Sri Ani Lestari ketika di kediamannya, di Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten Majalengka, Senin (9/9/2019).

Namun, ketika ditelepon itu, orangtua I mengelak anaknya yang telah menyebabkan Fatir Ahmad sakit. Tak hanya itu, orangtua I menyebut anak yang memukuli Fatir Ahmad tak hanya I. Mendengar hal tersebut, Sri Ani Lestari bereaksi.

Menurutnya, bila melihat Fatir Ahmad dipukuli oleh anak anak lainnya seharusnya orangtua I bertindak untuk memisahkan. "Ngelaknya ya gitu, merasa bahwa bukan cuma anaknya yang mukuli anak saya, harusnya kalau sudah sering melihat anak anak berantem, ya, dipisahkan, jangan diam saja," katanya. Ani juga menambahkan, saat kejadian pemukulan itu, sebenarnya ibu dari inisial I itu tahu bahwa anaknya sudah memukul korban.

Namun, menurut Sri Ani Lestari, tak ada niatan untuk bertanya atau menghampiri korban melihat kondisi setelah dipukul oleh I. "Waktu sore itu pas kejadian, temannya kan ngomong ke ibunya (Ibu I) bahwa anaknya sudah memukul Fatir, tapi dia (ibunya) sama sekali tidak menghampiri untuk sekadar menanyakan kondisi, sama sekali tidak," kata Ani. "Setelah ortunya ngelak terus, saya coba mengibaratkan kalau dibalik kayak gitu, anaknya yang jadi korban, dan anak saya jadi pelaku. Setelah itu mereka diam," ujarnya.

Sebenarnya, Sri Ani Lestari dan suaminya baru dua bulan tinggal di Bekasi. Di Bekasi, ia mengontrak di Kecamatan Pondok Melati. "Ya baru sekitar 2 bulanan lah, saya ikut suami di sana bersama Fatir karena suami punya usaha di sana," ujar Ani, Senin (9/9/2019).

Disampaikan dia, ia tinggal di Kecamatan Pondok Melati di rumah milik saudara terduga pelaku bullying, yang berinisial I. Kontrakan tersebut, kata Ani, persis di sebelah rumah orangtua inisial I tersebut. "Rumah kami di sebelahnya persis, satu tembok sama mereka, sebelahan," ucap dia.

Berita Terkait

Hunian DP 0 Rupiah Hingga Desember 2019 Baru Terisi 85 Unit dari 780 Unit yang Tersedia

Artira Dian

Ada Peningkatan Jumlah Pengungsi Menjadi 18.870 Jiwa UPDATE Banjir & Longsor di Kabupaten Lebak

Artira Dian

Ikatan Hakim Serahkan Kasus Tewasnya Jamaludin menuju Polri Tolak Berspekulasi

Artira Dian

2 Eksekutor Pembunuhan Ayah-anak Tertunduk Didakwa Pembunuhan & Terancam Hukuman Mati

Artira Dian

Kopilot Wings Air yang Tewas Gantung Diri Dikenal Santun & Rajin Di Mata Para Tetangga

Artira Dian

Jemaat GKI Yasmin Bogor & HKBP Filadelfia Bekasi Gelar Ibadah Natal di Depan Istana

Artira Dian

Mudik ke Brebes Rindu Anak Istri, Yanto Mengalami Ban Bocor di Jalan Raya Kalimalang

Artira Dian

Pelaku Lari menuju Gunung Sindur Kronologi Suami di Pamulang Bacok Istrinya Sendiri Hingga Tewas

Artira Dian

Emak Emak Berdaster Ikut Apel Siaga 313, Bawa Sejumlah Peralatan Masak

Artira Dian

Saran Misbakhun buat Pemerintah agar MBR Terbantu Menyicil KPR

Artira Dian

TERPOPULER: Fakta di Balik Kisah Viral Pria Gendong Jenazah karena Ditolak Pakai Ambulans

Artira Dian

Dokter Praktik Pernah Jadi PNS hingga Residivis FAKTA Klinik Aborsi Ilegal di Jakarta Pusat

Artira Dian

Leave a Comment