Kesehatan

Berikut Gejala Dan Pencegahannya Cuaca Panas Dan Terik Saat Siang Hari Berpotensi Heat Stroke

Belakangan ini, cuaca di sebagian wilayah Indonesia terasa panas dan terik saat siang hari. Diketahui suhu udara panas dominan terjadi di wilayah Indonesia bagian selatan, seperti Sulawesi Selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan lainnya. Sementara pada Minggu (20/10/2019), tiga stasiun pengamatan BMKG di Sulawesi mencatat suhu maksimum tertinggi, yaitu:

1. 38,8 derajat Celcius di Stasiun Meteorologi Hasanuddin, Makassar 2. 38,3 derajat Celcius di Stasiun Klimatologi Maros 3. 37,8 derajat Celcius di Stasiun Meteorologi Sangia Ni Bandera

Tak hanya itu, stasiun stasiun meteorologi di Pulau Jawa hingga Nusa Tenggara mencatat suhu udara panas maksimum terukur berkisar di angka 35 36,5 derajat Celcius pada periode 19 hingga 20 Oktober 2019. Cuaca terlalu panas dan terik berpotensi mengancam kesehatan, satu diantaranya adalah heatstroke. Dikutip dari Medical News Today , heat stroke disebabkan kelelahan atau sakit akibat panas yang ekstrem.

Kondisi tersebut terjadi ketika suhu tubuh seseorang mencapai 40 derajat Celcius atau lebih. Heat stroke berpotensi dialami seseorang jika terlalu banyak beraktivitas berat tanpa diimbangi mengonsumsi banyak cairan. Heat stroke merupakan kondisi serius yang bisa menyebabkan kematian pada seseorang.

Berikut gejala seseorang mengalami heat stroke: Suhu tubuh mencapai 40 derajat Celcius atau lebih Panas dan kulit kering Detak jantung cepat Kebingungan Gelisah Bicara tidak jelas Kejang kejang Kehilangan kesadaran Koma Ada dua jenis heat stroke yang bisa menyerang, yaitu akibat aktivitas berat dan paparan di lingkungan bertemperatur tinggi.

Untuk heat stroke yang terjadi akibat aktivitas berat, seseorang akan mengalami peningkatan suhu tubuh akibat beraktivitas terlalu berat. Sementara untuk paparan di lingkungan bertemperatur tinggi, terjadi pada mereka yang tidak bisa beradaptasi dengan suhu panas. Dilansir Harvard Health Publishing , heat stroke bisa mengancam sel sel dalam tubuh, terutama otak, mengalami malfungsi.

Tak hanya itu, kerusakan sel otot jantung dan pembuluh darah juga bisa terjadi pada seseorang yang mengalami heat stroke. Segeralah berlindung di tempat teduh atau masuk ke ruanagan ber AC jika sudah merasa mual atau pusing. Agar terhindar dari heat stroke ketika cuaca terasa panas dan terik, perhatikan hal hal di bawah ini:

1. Minum banyak air sepanjang hari. 2. Tetap di ruangan ber AC setiap kali merasa terlalu hangat. 3. Kenakan pakaian ringan dan berwarna terang, juga berbahan longgar yang memungkinkan udara masuk ke kulit.

4. Hindari aktivitas berat di waktu waktu terpanas (antara pukul 10.00 16.00). Jika harus beraktivitas, sering seringlah beristirahat dan hindari mengenakan seragam atau peralatan berat. 5. Minum lebih sedikit kafein dan alkohol yang bisa menyebabkan dehidrasi. Jika seseorang terlanjur mengalami heat stroke, berikut pertolongan pertama yang bisa diberikan.

1. Mengompres bagian leher, ketiak, dan selangkangan menggunakan es. 2. Menyemprotkan air dingin. 3. Meniupkan udara segar.

4. Melepas baju ketat yang dikenakan penderita. 5. Membalut tubuh penderita secara longgar menggunakan kain basah. Segera cari pertolongan medis untuk memberikan perawatan lebih lanjut.

Diketahui suhu udara panas dominan terjadi di wilayah Indonesia bagian selatan, seperti Sulawesi Selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan lainnya. Kepala Bidang Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG, Miming Saepudin, menjelaskan mengapa suhu udara saat siang hari terasa panas dan terik. Ia mengungkapkan suhu udara panas erat kaitannya dengan fenomena gerak semu matahari.

"Seperti yang kita ketahui pada bulan September, matahari berada di sekitar wilayah khatulistiwa dan akan terus bergerak ke belahan bumi selatan hingga bulan Desember." Lebih lanjut, Miming menjelaskan kondisi tersebut menyebabkan radiasi matahari di wilayah tersebut menjadi lebih banyak. Sehingga menyebabkan suhu udara saat siang hari terasa panas dan terik.

Tak hanya itu, kondisi atmosfer di wilayah selatan Indonesia relatif kering. Sehingga menghambat pertumbuhan awan yang bisa berfungsi menghalangi panas matahari. "Minimnya tutupan awan ini akan mendukung pemanasan permukaan yang kemudian berdampak pada meningkatnya suhu udara," ujar Miming.

Kondisi ini diperkirakan masih akan terjadi selama satu satu minggu. Karena itu, Miming mengimbau masyarakat yang terdampak cuaca panas agar minum air putih cukup untuk menghindari dehidrasi. Juga mengenakan pakaian yang melindungi kulit saat beraktivitas di luar ruangan.

"Waspadai (juga) aktivitas yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan khususnya di wilayah wilayah yang memiliki potensi tinggi karhutla," tandas dia.

Berita Terkait

Minyak Zaitun Italia Gelar 30dayChallenge Gaya Hidup Sehat

Artira Dian

Indonesia Butuh 400 Rumah Sakit buat Tangani Penderita Stroke

Artira Dian

Kafein Bisa Buat Usus Besar Alami Kontraksi 4 Alasan Perut Mulas Setelah Minum Kopi

Artira Dian

Puasa Bisa Jadi Momen yang Tepat untuk Mengecilkan Perut Buncit

Artira Dian

Pemakaian Smartphone Berlebihan Bisa Memicu Kelainan Tulang Tengkorak

Artira Dian

Kenali Gejala & Juga Penyebab Sebelum Mengatasinya Lakukan 7 Hal Ini Jika Anak Demam

Artira Dian

Hindari Sayuran Bertepung hingga Tidur yang Cukup Berikut Langkahnya Tips Diet Alami Secara

Artira Dian

Cara Mengatasi Sakit Kepala Setelah Makan Daging Kambing Atau Sapi Minum Air Putih Dan Asupan Buah

Artira Dian

Ini Daftarnya Cara Tingkatkan Kekebalan Tubuh dengan Konsumsi Berbagai Asupan Vitamin

Artira Dian

Termasuk Ibu Hamil 6 Hal Jadi Faktor penting Seseorang Jadi Incaran Cara Nyamuk Temukan ‘Korbannya’

Artira Dian

Termasuk dr Naek L Tobing 25 Dokter di Indonesia Meninggal karena Terpapar Covid-19

Artira Dian

Apa yang Belum Didalami dengan Baik Jangan Komentari kata Terawan Soal Rokok Elektrik

Artira Dian

Leave a Comment