Kesehatan

Demam Berdarah Itu Jauh Lebih Jahat! Imbau Masyrakat Tak Takut Virus Corona dr Handrawan Nadesul

Motivator kesehatan dr Handrawan Nadesul meminta masyarakat Indonesia tak takut dengan virus corona. Hal tersebut disampaikan dr Handrawan Nadesul saat menjadi narasumber di acara Apa Kabar Indonesia, pada Jumat (6/3/2020). Dr Handrawan Nadesul mulanya mengatakan kelebihan dari virus corona adalah dapat menular dengan sangat cepat.

Dr Handrawan Nadesul menjelaskan angka kematian karena virus corona terbilang kecil, yakni 2%. "Tapi kematian tetap dua persen, maka dari itu masyarakat jangan takut," ucap dr Handrawan Nadesul. "Karena diberitakan di media yang mati tambah berapa karena kasus barunya muncul, ya bertambah," tambahnya.

Dr Handrawan Nadesul membandingkan angka kematian akibat virus corona dengan SARS. "Tapi kalau di lihat berapa? SARS 15%, itu yang mesti kita takut," kata dr Handrawan Nadesul. Tak cuma dengan SARS, dr Handrawan Nadesul juga membandingkan virus corona dengan demam berdarah (DB).

Menurut dr Handrawan Nadesul demam berdarah jauh lebih berbahaya dibanding dengan virus corona. "DB berapa? langsung mati," kata dr Handrawan Nadesul. "Kita tidak memperhatikan demam berdarah itu lebih jahat dari corona! tapi kok corona kita takut,"

"Demam berdarah harus lebih takut, kita tiap tahun kena demam berdarah tapi kok tenang saja," "Karena dunia heboh, kita ikut heboh," tegasnya. Dr Handrawan Nadesul mengatakan virus corona dapat sembuh dengan sendirinya tergantung imunitas tumbuh penderita.

"Jenis virus ini bersifat menyebuhkan diri sendiri," kata dr Handrawan Nadesul. "Di china penyembuhannnya 60%," "Yang menyebuhkan itu sistem imun kita," tegasnya.

Psikolog Oriza Sativa mengomentari fenomena panic buying yang melanda Indonesia beberapa hari ini. Hal tersebut disampaikan Oriza Sativa saat menjadi narasumber di acara Apa Kabar Indonesia, pada Kamis (5/3/2020). Fenomena panic buying atau membeli barang dalam jumlah besar terjadi setelah Presiden Jokowi mengumumkan ada dua WNI yang terinfeksi virus corona, pada Senin (2/3/2020).

Menurut Oriza Sativa panic buying tak selalu berhubungan dengan rasa panik. Oriza Sativa menjelaskan ada empat faktor yang melandasi seseorang dapat melakukan tindakan demikian. "Saya menggunakan pedekatan atribusi sosial, bahwa sebetulnya yang melatari memborong atau menimbun tadi ada empat hal," ucapnya.

Ke empat faktor tersebut adalah, eksternal, internal, spontan, dan pertimbangan. "Secara internal, eksternal, spontan, dan secara pertimbangan," jelasnya. Oriza Sativa menjelaskan faktor internal bersumber dari pengetahuan suatu individu itu sendiri terhadap sebuah permasalahan.

Ia mencontohkan apabila seseorang memiliki pengetahuan soal efek virus corona, maka hal tersebut akan mendorongnya untuk melakukan sesuatu, misal memborong dan menimbun sembako hingga masker. "Yang pertama mungkin orang melakukan itu baik itu menimbun atau memborong itu karena adanya pengetahuan pengetahuan yang dia miliki," kata Oriza Sativa. Oriza Sativa mengatakan faktor yang kedua adalah eksternal.

Perilaku seseorang memborong dan menimbum sembako dapat dipengaruhi dari informasi tak benar terkait virus corona yang didapatnya. "Yang kedua faktor eksternal kita bisa terpengaruh karena orang lain juga karena berita berita yang tidak benar," ucap Oriza Sativa. Faktor ketiga adalah spontan, menurut Oriza Sativa satu dari empat orang dewasa di DKI Jakarta mengalami gangguan kecemasan.

Gangguan kecemasan tersebut memiliki gejala, salah satunya adalah mudah panik. "Yang ketiga faktor spontan, kalau secara psikologi kita mengamati adanya kepanikan tadi, ini baru namanya panic buying," ujar Oriza Sativa. "Kepanikan itu sendiri merupakan bagian dari kecemasan,"

"Sedangkan dari jurnal penelitian mengatakan satu dari empat orang dewasa terutama di kota besar, itu pasti menderita kecemasan," "Kalau cemas salah satu gejalannya panik," imbuhnya. Faktor yang terakhir adalah pertimbangan menurut Oriza Sativa.

"Yang ke empat, adalah yang terakhir faktor pertimbangan," kata Oriza Sativa. "Bahwa orang tersebut membeli atau memborong karena dia menilai situasi ini sudah krisis atau sebagainya," tambahnya.*

Berita Terkait

Cara Mengatasi Sakit Kepala Setelah Makan Daging Kambing Atau Sapi Minum Air Putih Dan Asupan Buah

Artira Dian

Musim Banjir, Awas Bahaya Penyakit Akibat Kencing Tikus, Bisa Picu Kematian, Kenali Gejalanya

Artira Dian

Lemak Visceral Jadi Penyebab Perut Buncit, Jika Menumpuk Bisa Picu Stroke

Artira Dian

Bisa Kurangi Depresi hingga Cegah Kanker 5 Manfaat Mencampurkan Kunyit dengan Lada Hitam

Artira Dian

Informasi Kandungan Gizi serta Manfaat Mengonsumsi Kentang Ungu Tips Kesehatan

Artira Dian

Psikolog Jelaskan Penyebab Banyak Artis Jadi Pemakai & Pecandu Narkoba

Artira Dian

Pemakaian Smartphone Berlebihan Bisa Memicu Kelainan Tulang Tengkorak

Artira Dian

Berikut Ini Bahaya Kipas Angin Wanita Tewas Membeku Setelah Tidur dengan Kipas Angin Menyala

Artira Dian

Manfaat Mandi Air Dingin untuk Kesehatan

Artira Dian

Kesalahan Informasi tentang Vape Hambat Penyelesaian Masalah Rokok

Artira Dian

Kenali, Jenis Plastik untuk Daur Ulang Plastik

Artira Dian

Cara Pakai Masker yang betul buat Cegah Virus Corona

Artira Dian

Leave a Comment