Metropolitan

Ini Dalih yang Paling Banyak Dipakai oleh Pelanggar Ganjil Genap

Bermacam cara digunakan oleh para pelanggar kebijakan perluasan ganjil genap untuk menghindari sanksi dari petugas kepolisian. Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP M Nasir mengatakan ada dua alasan utama yang sering digunakan oleh pelanggar ganjil genap. Alasan peratama yang sering diucapkan pelanggar karena pelanggar tidak mengetahui ada kebijakan ganjil genap yang diberlakukan di ruas jalan yang dilaluinya.

"Pertama, dalam sosialisasi yang kita lakukan hampir 1 bulan lebih, alasan pertama orang baru, baru melintas. Walaupun mungkin ada pemberitahuan rambu atau tulisan spanduk yang sudah terpasang dari satu bulan sebelumnya," ujar Nasir di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (10/9/2019). Padahal, menurut Nasir, pihaknya sudah melakukan sosialisasi dan pemasangan rambu rambu maupun sepanduk di sekitar lokasi. Pihaknya bahkan telah melakukan survei di beberapa titik untuk memastikan rambu pemberitahuan ganjil genap telah terpasang.

Alasan kedua pelanggar melakukan pelanggaran ganjil genap karena pengendara harus melalui ruas tersebut meskipun kendaraan yang dibawanya tidak diperbolehkan melintas. "Kedua, orang banyak melanggar karena kebutuhan. Orang banyak melintas disitu. Itu yang jadi alasan utama pelanggar ganjil genap," ungkap Nasir. Seperti diketahui, pemberlakuan kebijakan sistem ganjil genap di 25 titik ruas jalan di Jakarta mulai diberlakukan sejak hari ini.

Pengendara yang melanggar akan diganjar denda Rp 500 ribu. Hukuman penjara maupun denda Rp 500 ribu tertuang pada Undang Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Ganjil genap sendiri akan berlaku pada pukul 06.00 10.00 WIB dan pukul 16.00 21.00 WIB.

1. Jalan Pintu Besar Selatan 2. Jalan Gajah Mada 3. Jalan Hayam Wuruk 4. Jalan Majapahit 5. Jalan Medan Merdeka Barat 6. Jalan MH Thamrin 7. Jalan Jenderal Sudirman 8. Jalan Sisingamangaraja 9. Jalan Panglima Polim 10. Jalan Fatmawati (mulai dari simpang Jl Ketimun 1 sampai simpang Jl TB Simatupang) 11. Jalan Suryopranoto 12. Jalan Balikpapan 13. Jalan Kyai Caringin 14. Jalan Tomang Raya 15. Jalan S. Parman (mulai dari Simpang Jl Tomang Raya sampai Simpang Jl KS Tubun) 16. Jalan Gatot Subroto 17. Jalan MT Haryono 18. Jalan HR Rasuna Said 19. Jalan DI Panjaitan 20. Jalan Jenderal A Yani (mulai dari simpang Jl Perintis Kemerdekaan sampai simpang Jl Bekasi Timur Raya) 21. Jalan Pramuka 22. Jalan Selemba Raya sisi barat, Jalan Salemba Raya sisi timur 23. Jalan Kramat Raya 24. Jalan Stasiun Senen 25. Jalam Gunung Sahari

Berita Terkait

Ini Uang Rakyat Soal Anggaran Revitalisasi Trotoar Rp 888 Miliar Jangan Ugal-ugalan DPRD DKI

Artira Dian

68 Persen Warga Ibu Kota Khawatir Politik Transaksional Survei LKSP Soal Pemilihan Wagub DKI

Artira Dian

”Itu Hak Mereka” Anies Tak hendak Ambil Pusing Wajahnya Diubah Jadi Meme Joker

Artira Dian

Jasa Marga Bakal Rekam Kendaraan yang Ngebut di Tol Dalam Kota

Artira Dian

Diperiksa Polisi Driver Ojek Online Kaget Isinya Narkoba Dapat Order Antar Kaleng Cat menuju Rutan

Artira Dian

Anies Bilang Udara Jakarta Kotor Gara Gara PLTU, Ini Jawaban PLN

Artira Dian

Anies Sudah Siapkan Sanksi untuk 185 ASN yang Absen Hari Pertama Kerja Usai Libur Lebaran

Artira Dian

3 Kg Agus Sukardi Juara Makan Wagyu Seberat 1

Artira Dian

Cabuli Anak di Bawah Umur Buronan FBI Russ Albert Medlin Ditangkap Polisi BREAKING NEWS

Artira Dian

Cepat atau Lambat Tanggapi Anies yang Disebut Ingkar Janji karena Gusur Warga Sunter Politisi PDIP

Artira Dian

Remaja di Depok Ini Disabet Senjata Tajam Usai Adu Mulut dengan Lawannya

Artira Dian

Uji Publik Gratis Kembali Digelar Berikut 4 Fakta LRT Jakarta Termasuk Cara Mendaftarnya

Artira Dian

Leave a Comment