Nasional

IPW Duga Ada Pihak Tertentu yang Hendak Lindungi Ari Askhara Cs dari Kasus Hukum

Ketua IPW Neta S Pane minta pihak tertentu jangan berusaha melindungi rombongan Dirut PT Garuda Ari Askhara, penyelundup Harley Davidson dan sepeda Brompton, dengan Undang Undang Kepabeanan. "Sebab apa yang dilakukan Ari Askhara dan rombongannya itu adalah penyalahgunaan wewenang, kolusi, korupsi, dan nepotisme (KKN) sebagai pejabat negara. Jadi pihak tertentu ini jangan melindunginya," kata Neta kepada Wartakotalive, Senin (9/12/2019). Neta menilai, apa yang dilakukan Dirut Garuda itu adalah yang jatuh 9 Desember ini.

"Dimana seorang pimpinan (Dirut Garuda) bersama sama bawahannya melakukan persekongkolan dan permufakatan jahat dalam menyalahgunakan wewenangnya, untuk memanfaatkan fasilitas negara demi keuntungan pribadi dan kelompoknya," kata Neta. "Tapi anehnya, hingga kini jajaran Polri belum bergerak mengusutnya. Sementara, pihak bea cukai juga belum mengungkap secara transparan, barang mewah apa saja yang diselundupkan ," tambah Neta. Sebab katanya beredar isu, bahwa selain Harley Davidson dan sepeda mewah, rombongan itu juga menyelundupkan sejumlah tas branded dan barang barang lain.

"Begitu juga mengenai jumlah rombongan belum dipaparkan secara transparan. Padahal, rombongan ini diduga telah memanipulasi data penerbangan. Jika seorang pimpinan perusahaan penerbangan negara sudah memanipulasi data penerbangan, ini tentu sebuah kejahatan luar biasa yang tidak bisa ditolerir," ujarnya. Akibat tidak transparannya penanganan kasus ini kata Neta, IPW menduga ada pihak pihak tertentu yang berusaha melindungi agar tidak terjerat kasus hukum dan cuma dikenakan denda kepabeanan. "Padahal kasus Ari Askhara tidak cukup hanya ditangani Bea Cukai. Dugaan KKN, penyalahgunaan jabatan, persekongkolan jahat memanfaatkan fasilitas negara untuk memperkaya diri dan kelompok, serta pelanggaran UU Penerbangan dan lainnya harus dikenakan kepada rombongan Ari Akshara," katanya.

Karenanya menurut Neta, Polri jangan berdiam diri melihat kasus ini. "Polri perlu menggali dan mengembangkan modus lebih jauh dari peristiwa tindak pidana yang dilakukan , termasuk unsur tindak pidana KKNnya," kata dia. Sebab apa yang dilakukan itu katanya nyata nyata terpenuhi unsur pidananya.

"Terutama tindakan persekongkolan jahat, perbuatan menyalahgunakan wewenang, tindakan melawan hukum, menyembunyikan atau menutupi barang barang mewah yang diimpor, menghindari pajak guna memperoleh keuntungan secara pribadi dan kelompoknya," katanya. Sebab itu pihak pihak tertentu jangan berusaha melindungi dengan hanya dikenakan . "Melihat ulah konyolnya sebagai pejabat negara, Ari Askhara dan rombongannya harus dikenakan pasal berlapis untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum," kata Neta.

Mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Ari Askhara rupanya punya sebuah janji pada sejumlah karyawannya saat dirinya masih menjabat. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Umum Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (IKAGI) Zaenal Muttaqin. Rencananya, koper tersebut akan dibagikan kepada 3.500 awak kabin Garuda Indonesia.

Namun, hingga Ari lengser janji tersebut tak direalisasikan. Meski begitu, Zaenal menilai pemberian tersebut dirasa belum tepat. Masih ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk mensejahterakan awak kabin.

ZaenalMuttaqin uga sempat mengungkapkan sisi lain mantan direktur utama tersebut yang cukup merugikan karyawan Garuda Indonesia. Sebagaimana diketahui,Ari Askharabaru dicopot menjadi Dirut lantaran penyelundupan sparepartHarley Davidsondalam Pesawat Garuda. "Karena temen temen kita itu tidak mampu untuk melakukan gerakan atau penolakan terhadap kebijakan kebijakan yang menyengsarakan kita sebagai awak kabin," ucapnya.

Sehingga inilah alasan mengapa para awak kabin segera mengirimkan karangan bunga tanda terima kasih pada Menteri BUMN, Erick Thohir yang sudah tegas mencopotAri Askhara. "Sehingga luapan emosi ini muncul dengan dengan ekspresi karangan bunga yang dikirimkan ke Kementerian BUMN," kata Zaenal. Ia melanjutkan, selama ini para awak kabin hanya bisa menahan diri untuk mengikuti aturan.

"Jadi hal hal yang memang selama ini kami menahan diri ini untuk mengikuti aturan aturan atau peraturan tanpa melihat keadaan atau kondisi kita sebagai awak kabin," ungkapnya. Saat ditanya satu di antara kebijakan apa yang janggal, Zaenal mengatakan anehnya peraturan penerbangan Jakarta Sydney dan sebaliknya. Ia menyebut awak kabin disebut dipaksa harus kembali dan tidak mendapat waktu istirahat menginap di Sydney.

"Salah satu adalah penerbangan jarak jauh pulang pergi mbak, jadi di sini awak kabin pergi dari Jakarta Sydney, Sydney Jakarta sementara pilotnya itu nginep di Sydney," ucapnya. Menurut Zaenal, peraturan itu tidak pernah terjadi sebelumnya. Zaenal mengakui hal itu sangat menyakitkan sebagai pegawai Garuda.

"Ini tidak pernah terjadi sebelumnya kepemimpinan Garuda sebelumnya, jadi sangat sangat menyakitkan kami sebagai awak kabin," katanya. Bahkan dari kebijakan itu, tidak jarang awak kabin jatuh sakit. "Bayangkan Jakarta Sydney, Sydney Jakarta itu kan dimulai di penerbangan di malam hari sampai sangat pagi kemudian kita balik lagi ke Jakarta sore hari itu banyak temen temen kita yang mengalami kelelahan berkepanjangan, banyak yang di opname sekitar 6 7 orang."

"Itu yang membuat temen temen kita ini peraturan apa yang dibuat olehAri Askhara," jelasnya. Tak berhenti di sana,Ari Askharajuga disebut membuat kebijakan yang bersifat diskriminasi. Pegawai darat diberi usia pensiun normal 57 tahun berbeda dengan awak kabinGaruda Indonesia.

"Kemudian juga ada diskriminasi terhadap kebijakan usia pensiun normal 56 jadi 57, ini dilakukan hanya pegawai darat. Sementara kami pegawai Garuda tapi khususnya awak kabin, sama sama pegawai Garuda kenapa kebijakan ini berbeda," ungkapnya. Yang lebih parah lagi kebijakan itu dibicarakan tanpa adanya diskusi dengan IKAGI. "Dan kebijakan itu dengan manajemen tanpa diajak bicara kepada IKAGI khusus awak kabinGaruda Indonesia," ujar Zaenal.

Terkait penyelundupanHarley Davidsondi dalam pesawat, Zaenal mengatakan bahwa isu itu sebelumnya sudah lama berkembang. "Isunya sih kejadian yang kemarin itu kemungkinan besar memang sudah berlangsung lama," ujarnya. Namun, pihak IKAGI tidak berani untuk menuduh lantaran belum mengetahui faktanya.

"Cuma kita tidak tahu fakta dan datanya," ungkapnya.

Berita Terkait

Bravo 5 Siap Kawal Keutuhan NKRI

Artira Dian

Partai Golkar Gelar Bakti Sosial Bantu Korban Banjir

Artira Dian

Respons Kakorlantas Sikapi Wacana Penerapan Ganjil Genap Di Pelabuhan Merak

Artira Dian

KPK Periksa Istri Wali Kota Medan Tengku Dzulmi Eldin

Artira Dian

Mahfud MD Sebut Perkembangan Upaya Pembebasan WNI yang Disandera Filipina Positif

Artira Dian

Presiden Terkesan Kemajuan Mekanisasi Pertanian Indonesia

Artira Dian

Percayalah Dewan Pengawas KPK akan Dilantik Tanpa Melalui Pansel Kredibilitas Mereka Baik Jokowi

Artira Dian

MK Gugurkan Permohonan Calon Anggota DPRD Papua Soal Penggunaan Sistem Noken

Artira Dian

Respons Kuasa Hukum Novel Baswedan Sikapi Hasil Investigasi Tim Pencari Fakta

Artira Dian

Wirausaha hingga Konsultan Pertanian Ahli Bioteknologi Prospek Kerja Jurusan Agroteknologi

Artira Dian

Ini Pesan Jokowi di Instagram Peringati Hari Sumpah Pemuda

Artira Dian

Info Bmkg Daftar Wilayah Yang Berpotensi Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Dan Petir Jumat 19 Juli

Artira Dian

Leave a Comment