Internasional

Iran Ambil Kembali Serpihan Drone Militer AS yang Sebelumnya Ditembak Jatuh

Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif menuliskan cuitan di akun Twitter pribadinya pada Kamis kemarin, terkait peta yang menunjukkan lokasi jatuhnya pesawat mata mata Global Hawk Amerika Serikat (AS) oleh rudal pertahanan udara Iran. Zarif mengatakan bahwa Iran telah mengambil kembali 'serpihan' dari drone militer AS yang sebelumnya ditembak jatuh pada hari itu. Ia menjelaskan, puing puing drone yang berasal dari Uni Emirat Arab (UEA) tersebut diambil di perairan teritorial Iran.

"Pada pukul 00.14 (waktu Iran), pesawat AS lepas landas dari UEA dalam mode sembunyi dan melanggar wilayah udara Iran," demikian cuitannya di akun twitter. "Itu ditargetkan pada 04.05 di koordinat (25 ° 59'43 "N 57 ° 02'25" E) di dekat Kouh e Mobarak," ujar dia. Cuitan itu disertai gambar yang menunjukkan rute drone dan titik di mana alat militer itu dijatuhkan oleh rudal pertahanan udara Iran.

Pada Kamis kemarin, Iran berhasil menjatuhkan pesawat pengintai Global Hawk AS, yang disebut Presiden AS Donald Trump tidak bersenjata. Dikutip dari laman Sputnik News, Jumat (21/6/2019), Kementerian Luar Negeri Iran mencatat bahwa pesawat tak berawak tersebut telah melanggar wilayah udara Iran. Pada kesempatan lainnya, Panglima Korps Pengawal Revolusi Islam Iran, Mayor Jenderal Hossein Salami mengatakan pesawat tak berawak itu sengaja ditembak jatuh untuk mengirimkan 'pesan yang jelas' kepada AS bahwa Iran siap melakukan 'pertahanan diri'.

Sementara itu Komando Pusat Angkatan Udara AS Joseph Guastella mengklaim pesawat tak berawak tersebut terbang sekitar 34 km dari titik terdekat Iran. Perlu diketahui, menurut hukum internasional, perairan teritorial adalah zona 12 mil laut atau lebih dari 22 km dari garis pantai. Sebelumnya, ketegangan antara AS dan Iran telah meningkat sejak Mei 2018 lalu, setelah Trump secara sepihak membatalkan perjanjian nuklir 2015 yang mengekang program nuklir Iran.

AS mengadopsi kebijakan 'tekanan maksimum' yang bertujuan memaksa Iran melakukan negosiasi untuk kesepakatan yang 'lebih baik'. Baru baru ini, AS mengirimkan pasukan militer dalam jumlah besar, termasuk kelompok serangan pesawat ke wilayah tersebut dengan alasan adanya 'ancaman' dari Iran. Namun demikian, AS tiak menyampaikan mengenai rincian ancaman tersebut.

Berita Terkait

Melahirkan di Usia 37 Tahun, Meghan Markle Dinobatkan sebagai ‘Geriatric Mom’, Apa Itu?

Artira Dian

Miliarder Chris Cline dan Putrinya Tewas dalam Kecelakaan Helikopter

Artira Dian

Seorang Remaja Tewas demi Selfie Bagus, sebelumnya Panjat Tiang Listrik 30 M dan Terjatuh

Artira Dian

Penggagas Dan Penggalang Dana Indonesia Di Jepang Antar Bantuan Menuju Brimob

Artira Dian

Pria Pengangguran Ini Paksa Istri Jadi PSK, Dalam Dua Bulan Layani 138 Pria

Artira Dian

Rusia Uji Coba Rudal Pencegat yang Mampu Melesat 4 Km per Detik

Artira Dian

Perjalanan Kendaraan Berlawanan Arah Hanya Dilakukan Kaisar Jepang

Artira Dian

Putra Mahkota Jepang Akishinomiya Belum Tahu Kapan Putri Mako Menikah Hari Ini Berulang Tahun ke-54

Artira Dian

Dalam Setahun Ada 2.064 Pengaduan Masyarakat Jepang terkait Gangguan Anjing & Kucing

Artira Dian

Wanita Ini Kaget Pengantin Prianya Ternyata Suami Sendiri Hadiri Pesta Pernikahan

Artira Dian

Panggil-panggil Ibunya yang Terkubur di Dalamnya Potret Pilu Bocah 2 Tahun Asyik Bermain di Makam

Artira Dian

Cerita Gadis Melamar Kerja Tapi wajib Rela ‘Dipegang’ Bos Jika Ingin Diterima Viral di Facebook

Artira Dian

Leave a Comment