Techno

Komisi I DPR Minta BAKTI Dievaluasi Gagal Bangun Backhaul

Anggota Komisi I DPR RI Syaiful Tamliha meminta Kementerian Komunikasi dan informatika mengevaluasi Badan Aksesbilitas Telekomunikasi, dan Informasi (BAKTI). Pasalnya lembaga tersebut tidak memiliki perencanaan anggaran yang baik dalam proyek palapa ring. Menurutnya lembaga tersebut telah menggelar Palapa Ring atau pembangunan jaringan serat optik nasional melalui tiga konsorsium, yang bisa menjangkau 34 provinsi. Di proyek Palapa Ring, pekerjaan yang sudah diselesaikan oleh BAKTI baru sebatas backbone alias jaringan transmisinya saja.

Sementara menurutnya pembangunan backhaul (jaringan transmisi kecil ) serta akses tidak bisa dilakukan karena biayanya yang mahal. "Terlalu prematur jika BAKTI tidak punya duit untuk membangun jaringan backhaul dan akses pasca menyelesaikan backbone Palapa Ring. Yang terjadi adalah Bakti tidak memiliki perencanaan yang matang dan profesional dalam mengelola anggaran tersebut,” ujar Syaiful kepada wartawan, Sabtu (28/12/2019). Jaringan backhaul atau distribusi perlu sebagai penghubung kecamatan kecamatan dan kelurahan kelurahan yang ribuan desa; serta jaringan akses berupa ribuan BTS BTS dan kabel optik lastmile ke rumah rumah penduduk atau pusat pusat pelatihan di desa atau kecamatan.

Menurutnya pembangunan jaringan Backhaul dan Akses yang merupakan penghubung ratusan Kecamatan dan ribuan kelurahan ini sangat mahal, sedangkan kemampuan anggaran BAKTI itu saat ini hanya cukup untuk membayar biaya rutin dari layanan yang sudah ada. Setiap tahun, kata Syaiful, PNBP yang masuk dari penyelenggara telekomunikasi triliunan rupiah. Artinya, kata dia, tata kelola anggaran BAKTI perlu diperbaiki agar efektif dan efisien. “Meskipun Kemenkominfo mendapat predikat WTP dari BPK utk TA 2019, tapi perencanaan yang tidak baik dapat dari LHP BPK ternyata banyak juga penyimpangan yang perlu dikoreksi,” katanya.

Selama ini BAKTI dipercaya mengelola anggaran Universal Service Obligation (USO) atau kewajiban Pelayanan Publik dari sektor telekomunikasi. Nota Keuangan Tahun Anggaran 2019 yang dirilis oleh Kementerian Keuangan, selama tahun 2018, BAKTI membukukan pendapatan sebesar Rp2,989 triliun. Pada 2019, BAKTI dibebani meraih pendapatan sebesar Rp 3,16 triliun.

Berita Terkait

Pria Ini Alami Kebutaan Keseringan Main Game di Ponsel dalam Kamar Gelap

Artira Dian

Bukan dari Iklan, Terungkap Cara YouTuber Raup Pendapatan Besar, Indonesia Termasuk Paling Kecil

Artira Dian

Fitur Ini Bikin Pehobi Bersepada Makin Nyaman dan Aman

Artira Dian

9 Juta Xiaomi Rilis Ponsel Terbaru dengan Kamera 64 MP Seharga Rp 3 Spesifikasi Redmi K30 5G

Artira Dian

dari Galaxy M20 Sampai Note 10+ Daftar Harga Terbaru Smartphone Samsung

Artira Dian

Smartwatch Terbaru dari Xiaomi Watch Color

Artira Dian

Alfamart & Booth Ovo ATM Cara Top Up atau Mengisi Saldo Ovo Cash Melalui Driver Grab

Artira Dian

5 Manfaat Puasa Media Sosial, Meningkatkan Mood dan Membantu Kita Menjaga Privasi

Artira Dian

5 Jam Headphone Apple dengan Waktu Dengar hingga 4 Harga & Spesifikasi AirPods & AirPods Pro

Artira Dian

Mi Note 10 Pro Kamera 108 MP Segera Rilis 4 Januari 2020 Daftar Harga HP Xiaomi Update Januari 2020

Artira Dian

Inilah 5 Aplikasi Android untuk Temanimu Jalankan Ibadah Puasa Ramadan 2019

Artira Dian

Xiaomi Janji Hadirkan Ponsel Flagship Tak Hanya Bawa Redmi Note 8 & Redmi Note 8 Pro menuju Indonesia

Artira Dian

Leave a Comment