Nasional

Nanti akan Dijelaskan Lengkap Ditanya soal Pemberian Izin Reklamasi Ancol Anies Baswedan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan masih enggan berkomentar soal keputusan pemberian izin reklamasi perluasan kawasan Ancol dan kawasan rekreasi Dunia Fantasi ( Dufan). Izin ini tercantum dalam surat Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 237 Tahun 2020. Kepgub tersebut berisikan izin pelaksanaan perluasan kawasan rekreasi Dufan seluas lebih kurang 35 hektar (ha) dan kawasan rekreasi Taman Impian Jaya Ancol seluas lebih kurang 120 hektar.

Saat ditanya, Anies mengatakan bakal menjelaskan mengenai isu ini. "Nanti dijelasinnya lengkap sekalian jangan saat doorstop," ucap Anies di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (30/6/2020). Diketahui, Anies menerbitkan izin reklamasi untuk perluasan kawasan Taman Impian Jaya Ancol dan Dunia Fantasi.

Anies meneken Kepgub ini pada 24 Februari 2020 lalu. "Memberikan izin pelaksanaan perluasan kawasan rekreasi dunia fantasi (Dufan) seluas lebih kurang 35 hektar dan kawasan rekreasi Taman Impian Ancol Timur seluas lebih kurang 120 hektar," tulis Anies dalam Kepgub itu yang diterima Kompas.com. Kepgub ini juga menyebutkan, pelaksanaan perluasan kawasan terbatas pada pembangunan tanggul penahan, pengurugan material, dan pematangan lahan hasil perluasan kawasan.

Pembangunan di atas lahan perluasan kawasan harus mengacu pada Rencana Tata Ruang Masterplan dan Panduan Rancang Kota (Urban Design Guidelines/UDGL) serta ketentuan peraturan perundang undangan. "Hasil pelaksanaan perluasan kawasan sebagaimana dimaksud pada diktum harus disertifikatkan Hak Pengelolaan Lahan (HPL) atas nama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan menjadi beban biaya PT Pembangunan Jaya Ancol, Tbk," tulis Kepgub itu. Keputusan ini menuai berbagai macam kritikan.

Sekretaris Jenderal KIARA, Susan Herawati mengatakan bahwa pemberian izin perluasan reklamasi kawasan rekreasi di Pantai Ancol dan Dufan merupakan ironi karena Anies pernah berjanji akan menghentikan proyek reklamasi Teluk Jakarta. "Ini faktanya malah memberikan izin kepada PT Pembangunan Jaya Ancol setelah sebelumnya mengeluarkan lebih dari 900 IMB untuk bangunan di Pulau D yang konsesinya dimiliki oleh PT Kapuk Niaga Indah," ucap Susan, Sabtu (27/6/2020). Tak hanya itu, Anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Manuara Siahaan menilai, Anies telah melanggar janji kampanyenya sendiri yang berjanji bakal menghentikan reklamasi di Ibu Kota.

"Iya itu melanggar janji kampanyenya. Ini menyangkut moral, janji itu menyangkut moral, komitmen. Integritas seseorang itu kan diukur dari sebuah janji," ucap Manuara. Ia menilai, Anies tidak konsisten dalam mengeluarkan pernyataan dan janjinya kepada masyarakat.

Berita Terkait

Singgung ‘Kibas Rabut’ demi Jabatan Tim Kuasa Hukum Ungkap Kisah Siwi Sidi Jadi Pramugari Garuda

Artira Dian

Peringatan Dini BMKG: Wilayah Berpotensi Alami Cuaca Ekstrem Hari Ini Hingga Lusa 8 10 Maret 2019

Artira Dian

Siapkan Rakerda Se-Jabodetabek Seknas Jokowi DKI Syukuran Tiga Tahun

Artira Dian

Tak Diizinkan Bekerja Jika Tak Bawa Surat Bebas Corona kisah saat Lakukan Tes Corona di Indonesia

Artira Dian

Psikolog Forensik Soroti Institusi Polri & KPK Penyerang Sebut Novel Baswedan Pengkhianat

Artira Dian

Jokowi Ingin Persoalan Jiwasraya & Asabri Diselesaikan Bertemu Pimpinan Parpol

Artira Dian

2 WNI Di Singapura Positif Corona Lagi

Artira Dian

Pengusaha Muda Pertanian Tingkatkan Ekonomi Nasional

Artira Dian

Polda Metro Jaya: 8 Orang Ditetapkan Tersangka Terkait Pengibaran Bendera Bintang Kejora

Artira Dian

‘Selamat Datang Pahlawan’ Viral Sambutan Masyarakat Baciro Yogyakarta Kepada Para Tenaga Madis

Artira Dian

Anggota Komisi II DPR Minta Mendagri Jangan Persulit FPI

Artira Dian

Prabowo Subianto Bakal Jadi Menteri Jokowi? Ini Komentar Politikus PAN

Artira Dian

Leave a Comment