Nasional

Pelaku Penusukan Wiranto Dijerat Pasal Tindak Pidana Terorisme

Syahrial Alamsyah (51) alias Abu Rara, pelaku penusukan Wiranto, mantanMenteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam), didakwa telah melakukan tindak pidana terorisme. Selain Syahrial Alamsyah, Fitria Diana alias Pipit, istrinya, juga dijerat tindak pidana tersebut. Sidang perdana kasus penusukan digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat, pada Kamis (9/4/2020).

Terdakwa mendengarkan dakwaan Jaksa Penuntut Umum melalui teknologi teleconference dari rumah tahanan khusus teroris di Cikeas, Jawa Barat. "Perbuatan terdakwa tersebut sebagaimana diatur dan diancam pidana menurut Pasal 15 juncto Pasal 6 juncto Pasal 16 A Undang undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang perubahan atas Undang undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang undang Nomor 1 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme menjadi Undang undang," ujar JPU Herry Wiyanto, saat membacakan dakwaan Kamis (9/4/2020). Di surat dakwaan itu, JPU mengungkapkan, pasangan suami istri itu mengetahui mantan Menkopolhukam Wiranto akan berkunjung ke wilayah Menes, Pandeglang, Banten, pada Kamis 10 Oktober 2019.

Setelah mengetahui akan ada kunjungan Menkopolhukam Wiranto, terdakwa Syahrial menyampaikan kepada Fitria tentang rencana untuk melakukan penyerangan terhadap Wiranto. Syahrial mengajak Fitria dan seorang anaknya. Untuk menyerang mantan Panglima ABRI itu, Syahrial memberikan dua bilah pisau kepada istrinya dan anaknya. Kemudian mereka berangkat untuk menyerangWirantodi Alun alun Menes.

Pada saat Wiranto bersalaman dengan Kapolsek Menes Kompol Dariyanto, terdakwa melakukan penyerangan dengan menggunakan pisau kunai. Aksi itu kemudian diikuti istrinya. Sedangkan, anaknya melarikan diri ketika mengetahui orang tuanya ditangkap. Akibat serangan itu, Wiranto mengalami luka terbuka di perut sebelah kiri dan luka di lengan kiri akibat senjata tajam.

Sementara, Kompol Dariyanto menderita luka terbuka di bahu kiri dan siku tangan kiri, kemudian korban H. A Fuad Syauqi mengalami luka tusuk di dada kanan dan kiri. Atas perbuatan itu, JPU menilai, terdakwa telah melakukan permufakatan jahat, persiapan, percobaan atau pembantuan untuk melakukan tindak pidana terorisme, dengan sengaja menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan yang menimbulkan suasana teror atau rasa takut terhadap orang secara meluas, menimbulkan korban yang bersifat massal dengan cara merampas kemerdekaan atau hilangnya nyawa dan harta benda orang lain, atau mengakibatkan kerusakan atau kehancuran terhadap objek vital yang strategis, lingkungan hidup atau fasilitas publik atau fasilitas internasional dengan melibatkan anak.

Berita Terkait

Jokowi Ingin Persoalan Jiwasraya & Asabri Diselesaikan Bertemu Pimpinan Parpol

Artira Dian

Demokrat dan PAN Tiba di Kediaman Prabowo, Koalisi Berakhir atau Berlanjut?

Artira Dian

Penulis Buku asal Amerika Prediksi Munculnya Virus Corona di Buku yang Ditulis 12 Tahun Lalu

Artira Dian

Prakiraan Cuaca 33 Kota Senin 23 Desember 2019 Ternate Potensi Hujan Seharian BMKG

Artira Dian

Harus Kontrak Rumah Ungkap Kondisi Rizieq Shihab di Arab Saudi Gak Bisa Cari Nafkah Slamet Maarif

Artira Dian

Charta Politika Buka Bukaan Hasil Quick Count Pilpres Dan Pileg 2019

Artira Dian

Hati-hati Pulangkan Eks ISIS Lebih Bahaya dari Virus Corona Komisi III DPR

Artira Dian

Puncak Konferda di Aceh, PDIP Tunjuk Mantan Konsultan World Bank Muslahuddin Daud

Artira Dian

Kami Ingin Pastikan Pemilik Negara Ini Rakyatnya Sendiri Bukan Elit Politik Seruan Mahasiswa

Artira Dian

Mantan Presdir Lippo Cikarang Mangkir Panggilan KPK

Artira Dian

BMKG Beri Peringatan Dini Hujan Petir & Angin Kencang Terjadi di 13 Provinsi di Indonesia

Artira Dian

Biasa Bekerja di Depan Komputer, Joko Driyono Masih Shock Hidup di Tahanan

Artira Dian

Leave a Comment