Metropolitan

Perampokan Bersenjata Api di Toko Emas di Tamansari Dipastikan Pelaku Tunggal

Kapolsek Metro Taman Sari, Ajun Komisaris Besar Polisi Abdul Ghafur memastikan, Willy Susetia (67) adalah pelaku tunggal dalam kasus perampokan dengan senjata api di toko emas di Pasar Pecah Kulit, Tamansari, Jakarta Barat, beberapa waktu lalu. Diketahui, Willy diamankan oleh pihak kepolisian di kediamannya yang letaknya tidak jauh dari lokasi toko emas tersebut. Dalam penangkapan itu, 3 kilogram emas senilai Rp 1,2 milliar yang dirampok oleh pelaku juga disita oleh polisi. Ghafur menuturkan, pelaku memang sengaja telah memilih toko emas di Pasar Pecah Kulit, sebagai target utama.

"Sebelum beraksi sudah memilih toko emas mana yang jadi sasarannya," jelas dia. Lebih lanjut, dia menambahkan, tersangka juga sempat mengintai tempat tersebut sebelum akhirnya melancarkan aksinya tersebut. Namun, pengintaian itu tidak berlangsung lama.

Sebab, imbuh dia, pelaku telah mengetahui betul kondisi dan wilayah pasar sekitar toko emas tersebut. Apalagi, kata dia, kediamannya tidak jauh dari tempat lokasi kejadian. "Gak lama, dia udah tahu wilayah dan kondisi pasar tempat toko emas itu. Jadi dia pilih main disitu," pungkasnya. Seperti diwartakan sebelumnya, Polisi telah menangkap pelaku perampokan toko emas di Pasar Pecah Kulit, Tamansari, Jakarta Barat.

Tersangka yang diamankan bernama Willy Susetia (67) yang tinggalnya tak jauh dari lokasi kejadian. Lantaran berusaha melawan petugas dengan senjata api yang dimilikinya, Willy terpaksa ditembak di bagian kaki. "Saat dilakukan penangkapan, dia lakukan perlawanan, kemudian lakukan penembakan dan kenai kaki yang bersangkutan," kata Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Nana Sudjana di Mapolres Metro Jakarta Barat, Rabu (4/3/2020).

Nana mengatakan, dari tempat tinggal Willy, polisi mengamankan tiga kilogram emas senilai Rp 1,5 miliar yang digasak dari Toko Emas Cantik. Serta empat pucuk senjata api, 280 butir peluru, alat pelebur emas, serta sepeda motor serta yang di pakai saat merampok. "Ini emas yang mereka rampok masih utuh sekitar tiga kilogram," kata Nana.

Sementara terkait empat senpi yang ada di lokasi, Nana menyebutkan, senjata bersama ratusan peluru itu berasal dari rekannya bernama Cecep pada tahun 1995. Beberapa senjata yang diamankan, yakni Baretta Gardone, Revolver Undercover 32, Freedom Arm, dan Pen Gun. "Kita terus selidiki penguasaan senpi ini," kata Nana.

Akibat perbuatannya, Willy terancam hukuman penjara 15 tahun lantaran dianggap melanggar pasal 365 kuhp tentang Pencurian dan Kekerasan serta Undang Undang Darurat nomer 12 tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api.

Berita Terkait

Anggaran Ganjil Pengadaan Alat Peraga di SMKN PDIP DKI Emang Bisnis Manajemen Ada Pasirnya

Artira Dian

Maling Motor Ini Ketahuan Korbannya Setelah Jual Hasil Kejahatannya di Facebook

Artira Dian

Inilah Profil Lengkap 7 Staf Khusus Presiden dari Kalangan Milenial Putri Tanjung Paling Muda

Artira Dian

Prestasi Saja Tak Cukup Kepala SDN 09 Kebayoran Lama Utara

Artira Dian

Anies Baswedan Beri Jawaban Telak Soal Wajahnya Diedit Jadi Sosok Joker ‘Dengki Gak Ada Obatnya’

Artira Dian

Prakiraan Cuaca Bmkg Dki Jakarta Besok Minggu 3 Maret 2019 Hujan Petir Dan Angin Kencang Di Jakut

Artira Dian

Jelang Kampanye Akbar Jokowi di GBK, Berikut Prakiraan Cuaca BMKG Wilayah DKI Jakarta Hari Ini

Artira Dian

Anaknya Dituding Merundung Teman Sepermainan Hingga Meninggal, Ini Reaksi Suparno

Artira Dian

Satgas Pangan Polri Belum Temukan Adanya Penimbunan ‎Harga Bawang & Gula Naik

Artira Dian

Cerita Seorang Ayah ‘Membelah’ Pemukiman di Jaksel Jajakan Mainan Sambil Boncengi Anaknya

Artira Dian

Anies Bilang Udara Jakarta Kotor Gara Gara PLTU, Ini Jawaban PLN

Artira Dian

Polisi Rekayasa Lalu Lintas di Sekitar Bundaran HI Saat Festival Muharram

Artira Dian

Leave a Comment