Metropolitan

Polisi Bakal Panggil Pihak Leasing Debt Collector Bentrok dengan Pengemudi Ojol

Kepolisian bakal memanggil perusahaan leasing yang mempekerjakan belasan penagih utang atau debt collector yang bentrok dengan puluhan pengemudi ojek online (ojol) di kawasan Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa (18/2/2020). Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKBP Hery Purnomo mengatakan sejauh ini, sebanyak 12 orangdebt collector yang juga sering disebut mata elang initelah dimintai keterangannya di mana 3 di antaranya telah ditetapkan menjadi tersangka. "Memang dari pihak leasing, ada PT nya. Segera, segera kita panggil pihak leasing," kata Hery di Mapolrestro Jakarta Timur, Rabu (19/2/2020).

Polisi juga akan mencari informasi mengenai prosedur tindak lanjut setelah motor tersebut ditarik para penagih utang. Pasalnya saat penggerebekan malam kemarin, 13 unit sepeda motor diamankan kepolisian. "Diperkirakan hasil penarikan. Sementara masih kita data dan kita akan kroscek ke pihak leasing maupun Polda Metro Jaya untuk mengetahui siapa pemilik kendaraan," ujarnya. Hery menuturkan dari hasil pemeriksaan sementara 12 mata elang yang diamankan mengaku motor hasil penarikan.

Namun 13 motor hasil yang diambil dari debitur justru tak diserahkan ke pihak leasing yang memperkejakan mereka. Para mata elang yang kini mendekam di sel tahanan Mapolrestro Jakarta Timur diduga melakukan tindak pidana penggelapan. "Mereka (mata elang) menyampaikan juga bahwa kendaraan tersebut tarikan dari pihak debitur leasing," tuturnya.

Polisi menetapkan tiga debt collector atau mata elang sebagai tersangka. Diketahui, mereka terlibat bentrokan dengan pengemudi ojek online (ojol) di Jalan Pemuda, Kelurahan Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (18/2/2020) kemarin. Kasat Reskrim AKBP Hery Purnomo mengatakan ketiganya jadi karena terbukti 'menarik' motor dengan kekerasan.

Kedua dijerat pasal 365 KUHP itu Edo Pelangpelang dan Huberto Wisko dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara. Sementara Danieliu yang diamankan saat penggerebekan malam hari di markas dijerat 170 KUHP. "Satu orang yang kita amankan bersama 10 orang lainnya saat malam hari terbukti melakukan kepada ," ujarnya.

Hery menuturkan hasil pemeriksaan awal mendapati satu Ojol mengalami luka pukul di kepala dan sayat di tangan. Namun dia belum dapat memastikan jenis senjata tajam yang digunakan pelaku untuk melukai korban. "Karena korbannya sendiri enggak melihat pasti senjata yang digunakan pelaku. Untuk satu lainnya mengalami luka tendang di kaki," tuturnya.

Sebelumnya, bentrok antara dua dengan kelompok terjadi di JalanPemuda pada Selasa (18/2/2020) sekira pukul 16.00 WIB. Seorang Ojol perempuan bernama Ledi dipepet dan dipaksa menyerahkan motornya karena alasan menunggak cicilan. Namun Ledi menolak menyerahkan kendaraannya karena merasa sudah membayar cicilan kepada pihak leasing.

Seorang Ojol bernama Rahmat yang menolong Ledi lalu mempertanyakan surat tugas dalam menyita kendaraan debitur. Namun dua kalap lalu memukul Rahmat sehingga menyulut emosi lain yang melintas di lokasi hingga terjadi bentrok. Ali (36), Ojol yang saat kejadian berada di lokasi mengatakan bentrok berawal saat dua memberhentikan seorang Ojol perempuan bernama Ledi sekira pukul 16.00 WIB.

"Mereka mengaku darileasingdan bila aku Ledi belum bayar cicilan kredit. Posisinya Ledi pas kejadian lagi enggak bawa penumpang," kata Ali di Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (18/2/2020). Tak lama, seorang Ojol lain bernama Rahmat datang dan menunujukkan bukti Ledi telah membayar angsuran yang ditunggak kepada pihakleasing. Rahmat pun menanyakan surat tugas dua guna memastikan asalleasingtempat mereka bekerja sesuai tempat Ledi mencicil.

"Tapi pak Rahmat bagian kepalanya malah dipukul dari belakang sama ini. Padahaldebt collectorkan harus ada surat tugas resmi dan prosedurnya," ujarnya. Tak terima Rahmat dipukul, sejumlah Ojol yang saat kejadian melintas di akhirnya terseret dalam perselisihan. Bentrok tak bisa dihindarkan sampai akhirnya seorang menghunus senjata tajam ke arah lengan kiri Rahmat.

Firman (37), satu Ojol lainnya menuturkan mereka emosi karena kasus yang menimpa Ledi kerap dialami rekan seprofesinya di Jakarta. Bahkan dalam kebanyakan kasus perampasan oleh di jalanan, para Ojol baru satu bulan menunggak cicilan kepada pihak leasing. "Adakah perjanjian yang dalam waktu satu bulan menunggak kita wajib didatangi ? Kan enggak ada, sudah ada perjanjian," tutur Firman.

Pengemudi (Ojol) bernama Rahmat mengalami luka sayat saat bentrok dengan dua di , Kelurahan Rawamangun, Selasa (18/2/2020) sore. Ali (30), satu Ojol yang saat kejadian berada di lokasi mengatakan Rahmat mengalami luka sayat di bagian lengan kiri akibat senjata tajam yang dihunus . "Jadi pas ribut ribut itu nya tiba tiba mengeluarkan senjata tajam, saya enggak tahu jenisnya. Pokoknya sajam lah," kata Ali di Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (18/2/2020).

Beruntung Rahmat tak mengalami luka parah karena bentrokan berhasil dibubarkan jajaran Polrestro Jakarta Timur. Rahmat kini diperiksa sebagai saksi oleh penyelidik Satreskrim guna memastikan kronologis kejadian. "Enggak parah lukanya, sekitar tiga sentimeter lah kena senjata tajamnya. Sekarang masih diperiksa di dalam (Satreskrim ," ujarnya.

Hingga pukul 19.14 WIB, puluhan Ojol yang masih bertahan depan Mapolrestro Jakarta Timur menanti Rahmat beres memberi keterangan. Ali menuturkan mereka datang karena hendak memastikan bahwa perampasan motor yang dilakukan diproses secara hukum. "Rahmat ditusuk sebelum polisi datang. Tadi pas datang polisi mengeluarkan tembakan peringatan untuk bubarin, baru dua dibawa ke sini (Polres)," tuturnya.

Berita Terkait

Polisi Akhirnya Periksa Orangtua Siswi SMP yang Bunuh Bocah Banyak Pesan Kebencian buat Ayah

Artira Dian

Maling Motor Ini Ketahuan Korbannya Setelah Jual Hasil Kejahatannya di Facebook

Artira Dian

Seorang Pria Ditemukan Tewas di Parit Dekat Stasiun Klender, Sebelumnya Korban Diusir dari Rumah

Artira Dian

Dua Penjudi Online di Warnet Tanjung Priok Diringkus Polisi

Artira Dian

Semua Wilayah Cerah pada Malam Hari Prakiraan Cuaca BMKG DKI Jakarta Hari Ini Rabu 6 November

Artira Dian

Cepat atau Lambat Tanggapi Anies yang Disebut Ingkar Janji karena Gusur Warga Sunter Politisi PDIP

Artira Dian

Kalau Ada Masalah Dikoreksi Bukan Diramaikan Soal Anggaran Lem Aibon & Bolpoin Anies Baswedan

Artira Dian

Biawak Besar Berkeliaran di Kantor Polsek Jatinegara Geger

Artira Dian

Diserahkan menuju Polisi dalam Kondisi Bonyok 2 Terduga Curanmor di Ciputat Pasrah Dipukuli Massa

Artira Dian

Pengamat Soroti Besarnya Rencana Anggaran DKI buat Pembelian Komputer

Artira Dian

Sekda DKI Bantah Berikan Draf Anggaran menuju Dewan di Penghujung Batas Waktu

Artira Dian

Pelaku Lari menuju Gunung Sindur Kronologi Suami di Pamulang Bacok Istrinya Sendiri Hingga Tewas

Artira Dian

Leave a Comment