Metropolitan

Sekda DKI Bantah Berikan Draf Anggaran menuju Dewan di Penghujung Batas Waktu

Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov DKI Saefullah membantah pernyataan yang sebut Pemprov DKI sengaja memberikan draf KUA PPAS DKI Tahun 2020 di penghujung batas waktu. Padahal katanya, duplikasi draf tersebut sudah disampaikan ke DPRD DKI pada tanggal 5 Juli 2019, alias jauh sebelum pembahasan anggaran dilakukan pada awal November. "Semalam saya agak kecewa, ada yang bilang, statement, kita ini birokrat ini selalu kasih bahan pembahasan itu last minute. Terus ya siapa yang kasih last minute? Kita udah kasih dari tanggal 5 Juli 2019," kata Saefullah di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Kamis (7/11/2019).

Ia pun memiliki bukti tanda terima penyerahan salinan draf dokumen tersebut. Draf itu katanya sudah diserahkan baik dalam bentuk hardcopy maupun softcopy. "Ada buktinya, ada tanda terimanya," jelas dia. Sehingga, ia mengklaim bahwa Pemprov DKI sudah bekerja sebagaimana aturan yang tertuang dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) tentang perencanaan anggaran tahun 2020.

"Kita sudah bekerja sesuai dengan Permendagri tentang perencanaan anggaran 2020. kita sudah taati waktunya ya. Bahwa minggu kedua bulan juli itu harus sudah masuk draf KUA PPAS ke sana," ucapnya. Pernyataan Saefullah ini juga sekaligus menampik pernyataan Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi yang mengklaim belum terima draf KUA PPAS 2020. Padahal, Sekretaris Dewan DPRD DKI Yuliadi sudah mengkonfirmasi bahwa draf tersebut telah ditaruh di ruangan ketua DPRD DKI yang di bundel dalam satu boks.

"Sudah kita sampaikan dan statement dari Pak Yuliadi. Pak ketua terima, saya cek Pak Sekwan itu yang kita kirim apa sudah diterima pimpinan? Dijawab di Whatsapp nya, 'sudah pak, sudah saya berikan ke pimpinan dalam bentuk softcopy, hardcopy semua di ruang ketua'," jelas Saefullah.

Berita Terkait

Kisah Jack Sang Driver Ojek Online Tetap Menarik Penumpang di Tengah Wabah Corona

Artira Dian

Kitabisa.com & Tribunnews Salurkan Bantuan Obat-Obatan buat Penderita Kejiwaan & Lansia

Artira Dian

Perampokan Bersenjata Api di Toko Emas di Tamansari Dipastikan Pelaku Tunggal

Artira Dian

Pria di Cipayung Bakar Diri Karena Stres Bayar Cicilan Mobil & Diancam Cerai Istri

Artira Dian

Wali Kota Jakut Klaim Pembongkaran Bangunan Liar di Sunter Berjalan Damai

Artira Dian

Bungkam, Abah Grandong Pemakan Kucing Akhirnya Menyerahkan Diri ke Polisi

Artira Dian

KPN Semprotkan Disinfektan di Kawasan Zona Merah

Artira Dian

Omset Mucikari Capai Rp 2 Miliar Sebulan Korban Dibayar Rp 60 Ribu Prostitusi Anak di Jakarta

Artira Dian

Pelaku Perampokan Toko Emas di Balaraja Tangerang Warga Negara Malaysia, Berikut Asal Usul Keduanya

Artira Dian

Peraturan Tentang Pengurus Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun Perlu Dikaji Ulang

Artira Dian

Seorang ART di Jakarta Barat Aniaya Anak Majikan Karena Susah Diatur

Artira Dian

Saran Misbakhun buat Pemerintah agar MBR Terbantu Menyicil KPR

Artira Dian

Leave a Comment