Internasional

Singapura Larang Anak-anak Dititipkan Kakek & Nenek buat Putus Penyebaran Corona pada Lansia

Para orang tua di Singapura tidak lagi diizinkan menitipkan atau mengantar anak anak setiap hari ke rumah kakek dan nenek mereka. Ini diungkapkan Menteri Kesehatan Singapura, Gan Kim Yong pada Kamis (9/4/2020) lalu. Saat itu pemerintah Negeri Singa ini tengah mempertimbangkan langkah ketat dalam melindungi kelompok lansia.

Mengutip , Gan mengatakan bahwa setiap kunjungan ke orang tua atau lansia akan meningkatkan resiko paparan Covid 19. "Orang tua dan kelompok rentan paling rentan terhadap infeksi Covid 19 yang parah." "Kita harus berusaha agar mereka tidak terpapar semaksimal mungkin dengan menghindari kontak yang terlalu sering," tegas Gan.

"Jadi jika ada peraturan perlindungan kepada kakek nenek untuk menjaga anak anakmu, maka kamu harus memisahkan anakmu dari mereka selama pencegahan wabah ini," sambungnya. Sementara itu, orang tua yang harus bekerja meninggalkan anak anaknya akan diberi fasilitas penitipan anak. Terutama kepada para orang tua yang bekerja di sektor layanan penting saat ini.

"Kami telah membuat layanan pengasuhan anak untuk pekerja penting." "Jika tidak ada alternatif lain, adukan kepada kami dan kami bisa mengkajinya kasus per kasus." "Tapi ini hanya untuk pekerja layanan penting saja dan hanya berlaku jika tidak ada alternatif lain," jelas Gan.

Menteri Kesehatan ini sebenarnya menyadari bahwa sebagian lansia tinggal sendiri dan membutuhkan anak anaknya untuksering datang. Biasanya untuk membantu kebutuhan sehari hari mereka. "Ini kami akan izinkan, tapi cobalah mengurangi waktu interaksi sebanyak mungkin dan jagalah kebersihan dengan baik," katanya.

"Ini untuk melindungi mereka. Kunjungi mereka hanya jika perlu dan tidak begitu sering." Kendati demikian, Gan mengakui kebijakan ini begitu memilukan bagi masyarakat. Tapi apa boleh buat, lansia harus dilindungi sebaik mungkin dari semua resiko penularan.

Sekalipun itu dari sanak keluarga terdekatnya. "Saya tahu langkah langkah ini sangat menyakitkan tetapi ini diperlukan untuk melindungi para lansia kita." "Kami akan terus memantau situasi dari waktu ke waktu, kami mungkin akan memperketatnya sebagai tindakan lebih lanjut," jelas Gan.

Sejatinya, sudah sejak lama pemerintah Singapura mendesak warga yang sedang sakit agar tidak berinteraksi dengan para lansia. Setidaknya ada enam kematian di negara ini. Semuanya itu merupakan lansia yang berusia sekitar 64 hingga 88 tahun.

Penelitian internasional juga menunjukkan bahwa risiko kematian Covid 19 akan meningkat signifikan seiring bertambahnya usia. Sementara itu, semua kegiatan sosial yang diselenggarakan lembaga pemerintah untuk manula telah ditangguhkan sejak 10 Maret silam. Sampai Jumat (10/4/2020) Singapura telah mencatat 1.910 kasus positif Covid 19.

Jumlah kematian masih di angka enam, sedangkan pasien sembuhnya adalah 460 orang.

Berita Terkait

Ada Kobaran Api Beredar Video Detik-detik Jatuhnya Pesawat Boeing yang Tewaskan 176 Orang di Iran

Artira Dian

Jumlah Pegawai Negeri Indonesia Masuk Jepang Menduduki Peringkat 4 Terbanyak

Artira Dian

9 Januari 1945 – Pembuktian Sumpah MacArthur Kembali menuju Filipina Hari Ini Dalam Sejarah

Artira Dian

Total 8.413 Pasien Infeksi Virus Corona Korea Selatan Laporkan 93 Kasus Baru

Artira Dian

Begini Kronologinya Pria Nyaris Terlindas Kereta Api Gara-gara Main Tik-tok

Artira Dian

Namun Berujung Mengidap Penyakit Mematikan VIRAL Wanita Ini Berhemat Demi Bisa Beli Kosmetik

Artira Dian

Dampak Perubahan Iklim Mengancam Banyak Negara Kepulauan

Artira Dian

Ngaku Lembur Ternyata Nonton dengan Wanita Lain Suami Ketahuan Selingkuh Viral Istri Idap Kanker

Artira Dian

2 Anggota Parlemen Madagaskar Meninggal setelah Tertular Virus Corona

Artira Dian

Meghan Markle Melahirkan, Berikut Potret Lucu Para Cucu Pangeran Charles

Artira Dian

44 di Antaranya Positif Corona Begitu Pulang 70 Mahasiswa Texas Pergi Liburan Musim Semi

Artira Dian

Donald Trump Telah Jalani Tes Corona Sering Berjabat Tangan

Artira Dian

Leave a Comment