Metropolitan

Wanita Ini Jauh Jauh Dari Kalimantan Selatan Ke Jakarta Untuk Kawal Sidang Putusan MK

Massa yang berkumpul di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat ternyata ada yang berasal dari luar Pulau Jawa. Melina, seorang di antara kerumunan massa ini mengaku warga Kalimantan Selatan, tepatnya di Kota Banjarmasin. Dia rela datang ke Jakarta dan bergabung dengan massa aksi di dekat gedungMahkamahKonstitusi(MK), Jalan Medan Merdeka Barat,JakartaPusat.

Melina mengatakan, hal tersebut dilakukannya agar dapat berunjuk rasa terkait putusan sidang sengketa perselisihan hasil Pilpres 2019. "Saya sudah kumpulkan uang untuk bisa datang ke Jakarta, saya jualan keripik buat beli tiket pesawat. Dan untungnya saya berhasil kumpulkan uang dan ada di sini sekarang," kata Melina, di kawasan Jalan Medan Merdeka Barat,JakartaPusat, Kamis (27/6/2019). "Yang kemarin saya juga ikut unjuk rasa di sini. Iya, saya sendiri datang ke sini. Keluarga saya di rumah," sambungnya.

Selama di Jakarta, kata Melina, dirinya menyewa indekos di kawasan Kemayoran,JakartaPusat. "Saya ngekos di daerah Kemayoran untuk satu bulan. Per bulannya satu koma delapan juta (Rp1,8 juta)," ucapnya. Pergi ke Jakarta, lanjutnya, sudah diketahui oleh keluarga.

"Sudah tahu mereka saya ke Jakarta. Cuma mereka memang tidak ikut, mereka di Kalimantan Selatan. Kan tiket pesawatnya juga mahal ya," jelasnya. Melina melanjutkan, setelah sidang putusan MK selesai, dia bakal mengunjungi beberapa saudara sembari menghabiskan durasi indekosnya di Jakarta. "Karena ini hari terakhir sidang MK dan saya ngekos satu bulan, harganya juga mahal, paling setelah itu saya main ke rumah saudara saya. Sekalian silaturahmi sama mereka dan ingin habiskan waktu kosnya," pungkasnya.

Kawat pagar berduri dan barrier beton pun dipasang di sekitar Gedung MK. Tiga kendaraan taktis (Rantis) water cannon dan 2 kendaraan lapis baja barracuda terlihat disiagakan di sekitat jalan Medan Merdeka Barat. Sementara, rekayasa lalu lintas pun diterapkan baik dari arah Patung Kuda menuju Harmoni, maupun sebaliknya dari arah Istana Negara menuju Patung Kuda.

Kapolres Jakarta Pusat, Kombes Pol Harry Kurniawan mengatakan setidaknya ada 13.747 personel gabungan TNI Polri yang dikerahkan khusus di sekitar Gedung Mahkamah Konstitusi. "Jumlah keseluruhan personel gabungan TNI Polri yang ada di sekitarnya 13.747 personel," kata Harry di lokasi. Berkenaan dengan itu, Harry memastikan seluruh personel gabungan TNI Polri yang berjasa di sekitar Gedung Mahkamah Konstitusi tidak dibekali dengan senjata api.

"Setiap apel kita laksanakan perintah pimpinan kami dari TNI dan Polri. Yang pertama, intinya bahwa tidak diperkenanan atau tidak dibolehkan anggota pakai senpi atau peluru tajam. Tadi di cek Provos untuk yakinkan bahwa petugas tidak membawa peluru senjata tajam," jelasnya. Untuk diketahui, Mahkamah Konstitusi akan menggelar sidang pembacaan putusan PHPU Pilpres 2019. Sidang dijadwalkan dimulai pukul 12.30 WIB.

Berita Terkait

Pelakunya Pria Dan Wanita Maling Motor Beraksi Pagi Hari Di Sawangan Depok

Artira Dian

Mulai dari Evakuasi Kucing sampai Ambilan Bola Volly Tercerbur Sibuknya Petugas Damkar

Artira Dian

Pengendara Ojek Online dan Penumpangnya Jadi Korban Tabrak Lari

Artira Dian

Bus TransJakarta dari Halte Summarecon Bekasi ke Tosari dan Tanjung Priok Gratis Setiap Senin

Artira Dian

Remaja di Depok Ini Disabet Senjata Tajam Usai Adu Mulut dengan Lawannya

Artira Dian

2 Eksekutor Pembunuhan Ayah-anak Tertunduk Didakwa Pembunuhan & Terancam Hukuman Mati

Artira Dian

Industri Properti Bersemi LRT Jakarta dari Beroperasi

Artira Dian

Mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso Beri Respons Mendagri Tito Sebut Jakarta seperti Kampung

Artira Dian

Ini 60 Mal di Jakarta yang Bakal Buka Lagi Tanggal 5 Juni 2020 Catat

Artira Dian

Polisi Alihkan Lalu Lintas Korban Ambruknya Ruko di Slipi Dilarikan menuju RS Tarakan

Artira Dian

Pengakuan Tetangga soal Sosok HS, Pria yang Ancam Penggal Jokowi

Artira Dian

Saran Misbakhun buat Pemerintah agar MBR Terbantu Menyicil KPR

Artira Dian

Leave a Comment