Metropolitan

Waspadai Sindikat Penipu Pura Pura Jadi Notaris, Jangan Gampang Serahkan Sertifikat Asli

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengimbau masyarakat tidak mudah percaya terhadap oknum oknum tak bertanggung jawab yang mengatasnamakan notaris untuk membantu transaksi jual beli rumah atau tanah. Sikap hati hati diperlukan demi menghindari jadi korban aksi penipuan oleh sindikat penipu yang berpura pura jadi notaris dalam proses jual beli rumah atau tanah. Menurut Argo, masyarakat harus memastikan terlebih dahulu keaslian kantor dan organisasi notaris yang menjadi perantara transaksi jual beli rumah atau tanah.

"Masyarakat diimbau untuk mengecek keaslian kantor notaris dan struktur organisasinya. Jangan mudah percaya pada oknum yang mampu membantu menjual rumah," kata Argo kepada Kompas.com, Selasa (13/8/2019). Masyarakat juga diimbau tidak menyerahkan sertifikat tanah atau rumah yang asli kepada notaris. Hal itu untuk menghindari pemalsuan sertifikat oleh oknum tak bertanggung jawab tersebut. "Jangan mudah menyerahkan sertifikat tanah dan rumah yang asli kepada notaris atau calon pembeli. Kalau mau cek ke Badan Pertanahan Nasional (BPN), sebaiknya menggunakan fotokopi (sertifikat) saja, jangan sertifikat yang asli," kata Argo.

Senin pekan lalu, polisi menangkap empat orang anggota sindikat penipu bermodus notaris. Pengungkapan kasus penipuan tersebut berawal dari tiga laporan masyarakat yang masuk ke Polda Metro Jaya selama Juli 2019. Para korban mengetahui telah ditipu setelah bank menginformasikan adanya agunan sertifikat tanah atas nama korban. Padahal, mereka tidak pernah menyerahkan sertifikat tanah kepada pihak bank.

Menurut Argo, sindikat penipu itu menyasar masyarakat yang ingin menjual rumah dengan harga minimal Rp 15 miliar. Ketiga korban mengaku dirugikan hingga Rp 214 miliar. Nama notaris yang terakhir digunakan adalah Idham dan berkantor di Jalan Tebet Timur, Jakarta Selatan. Tak berselang lama, polisi kembali tangkap tiga tersangka sindikat penipuan yang lain pada Jumat. Masing masing tersangka berinisial DH, DR, dan S. Dua tersangka lainnya, yakni D dan E masih buron.

Keberadaan sindikat itu terungkap setelah ada sebuah laporan dari korban yang merasa dirugikan hingga Rp 15 miliar. Nama notaris yang terakhir digunakan sindikat itu adalah Santi Triana Hassan dan berkantor di Jalan Iskandarsyah, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Berita Terkait

Pemprov DKI Mulai Kirim Sepeda Motor Pemudik dalam Program Mudik Gratis

Artira Dian

Kasus Penyerangan Kafe Tempat Suporter PSM Nobar, Delapan Orang Ditetapkan Tersangka

Artira Dian

Wanita Ini Jauh Jauh Dari Kalimantan Selatan Ke Jakarta Untuk Kawal Sidang Putusan MK

Artira Dian

Kuota 2.500 Kursi Program Mudik Gratis Kereta Api Tersisa Hanya Dua Persen

Artira Dian

Polisi Rekayasa Lalu Lintas di Sekitar Bundaran HI Saat Festival Muharram

Artira Dian

Polda Metro Terjunkan 600 Personel Amankan Prosesi Pemakaman BJ Habibie

Artira Dian

Sandiaga Diisukan Kembali Jadi Wagub DKI, PSI: Sandiwara Kekuasaan yang Menarik

Artira Dian

Anies Sudah Siapkan Sanksi untuk 185 ASN yang Absen Hari Pertama Kerja Usai Libur Lebaran

Artira Dian

FUI Tegaskan Aksi Unjukrasa Bukan Untuk Intervensi KPU

Artira Dian

Mudik ke Brebes Rindu Anak Istri, Yanto Mengalami Ban Bocor di Jalan Raya Kalimalang

Artira Dian

Aktor Hollywood Leonardo DiCaprio Soroti Sampah Bantar Gebang, Ini Reaksi Gubernur Anies.

Artira Dian

Remaja di Depok Ini Disabet Senjata Tajam Usai Adu Mulut dengan Lawannya

Artira Dian

Leave a Comment